Senin, 18 Maret 2013

berbuat baik pada kedua orang tua

Sahabat Nabi pernah bertanya :
Yaa Rassul, orang tua mana yang harus saya dahulukan..?
beliau (Rassul ) menjawab :
ibumu
lalu siapa lagi...?
ibumu
lalu siapa lagi...?
ibumu
... lalu siapa lagi...?
bapakmu

Kenapa Rassul menjawab seperti itu...?
Karena :
Do'a ibumu dikabulkan Tuhan
dan Kutukanya jadi kenyataan

Bila kau sayangi kekasih ,lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada Rajamau,lebih patuhlah pada ibumu

jangan sebut yang di atas


mulai saat ini jangan pernah lagi menyebut Tuhan sebagai "Yang Di Atas" karena tanpa Anda sadari itu merupakan perkataan yang tidak sopan di hadapan Tuhan (bahkan dapat digolongkan sebagai syirik khafi/halus!).

Mengapa?
Karena frasa tersebut tanpa Anda sadari adalah bentuk personifikasi atau pemakhlukan Tuhan.
Karena pengertian dari kalimat itu tidak sesuai dengan sa...lah satu sifat Allah, yaitu Qiyamuhu
bi Nafsihi,'berdiri dengan sendirinya' yang jika diperdalam, pemaknaannya adalah bahwa

Tuhan itu tidak bertempat dan tidak mengambil tempat.

Kita saat ini berada di sebuah ruangan (kamar atau rumah). Di dalam kamar, kita dapat menunjuk lampu itu di atas dan lantai di bawah. Artinya, wujud kita lebih kecil daripada kamar yang kita tempati. Kita mengambil tempat di dalam kamar.

Bumi, planet-planet, galaksi, dan benda langit lainnya mengambil tempat di angkasa raya. Artinya, luar angkasa itu lebih besar daripada benda-benda antariksa itu. Di sinilah letak kekeliruan kita ketika mengucapkan frasa Yang Di Atas sebagai kata ganti Tuhan.

Jika Tuhan itu benar-benar ada di atas, berarti Tuhan itu lebih kecil daripada angkasa yang maharuang itu.
Ini tidak mungkin! Karena Tuhan itu Mahabesar. Allahu Akbar.

Bukankah ini amat membuktikan kebenaran sabda Rasulullah,"Adiinul aqli", agama itu (masuk) akal. [??]

Di sisi lain, berkali-kali di dalam Quran disebutkan bahwa Allah itu meliputi segala sesuatu dan ayat dengan pengertian meliputi.

Q.S. An-Nisa:12
kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

Q.S. Fussilat:54
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka.
Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

Q.S. Al-Baqarah:19
Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Q.S. Al-Baqarah: 115
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah.

Makna kata meliputi jika dicermati jelas-jelas tidak mengacu kepada pengertian arah, tetapi mengacu pada keadaan menyelubungi.

Lebih lanjut,
-->Imam Abdul Qaahir bin Thoohir bin Muhammad al-Baghdadi menulis dalam karangannya yang masyhur "al-Farqu baina al-Firaq" pada fashal ke 3 dalam menerangkan segala usul yang telah disepakati (telah diijma`kan) oleh Ahlus Sunnah wal Jama`ah pada halaman 256 menulis antaranya:

dalilAllahtakbertempat

Dan Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah ijma` bahawasanya Allah s.w.t. tidak bertempat dan tidak lalu atasNya masa, bersalahan dengan pegangan golongan al-Hisyaamiyyah dan al-Karaamiyyah yang mendakwa Allah bertempat di arasyNya.

Dan telah berkata Amirul Mu'minin 'Ali r.a.: "Sesungguhnya Allah ta`ala telah menciptakan arasy untuk menzahirkan qudratNya dan bukan untuk dijadikan tempat bagi zat-Nya".

Baginda juga berkata: "Dan adalah Allah ta`ala wujud tanpa tempat dan Dia sekarang atas sebagaimana sediakalanya".

Simpulannya:
Tuhan itu tidak bertempat dan tidak mengambil tempat. Segala sesuatulah yang mengambil tempat di dalam Tuhan.

Jadi, bagaimana solusinya?
Langsung sebut saja Nama-Nya: Tuhan atau Allah Swt. (bagi muslimin).

Allahua'lam.

ALLOH MAHA BESAR

Jika seumur hidup kita melakukan salat dan ber-takbiratul ihram hanya dengan meng-iya-kan Akbar-Nya dengan perhatian acuh tak acuh dan pemahaman asal-asalan, kelak kita akan Allah sebut sebagai para pembohong.

    Nah, apakah dengan ini kmu akan mengatakan,"Duh, Islam ni ribet amat sih! Gitu aja direpotin! Musti detail segala!" (???)

Mohon sabar dulu karena Islam itu ajaran yang memudahkan makhluk menjumpai Tuhannya. Isi ajaran Islam  bukanlah sekumpulan dogma otoriter; yang didoktrinkan untuk ditelan mentah-mentah. Islam bukan agama yang memperlakukan pemeluknya seperti kerbau dicucuk hidung.

Islam justru amat menghargai potensi akal-kecerdasan-pikiran manusia. Islam justru mengajak manusia untuk benar-benar memanfaatkan keluarbiasaan akal. Islam mengisyaratkan bahwa akal adalah jembatan menuju Tuhan. Islam  menunjukkan bahwa tujuan penciptaan akal itu untuk mengenal Tuhan, bukan sekadar untuk lulus ujian nasional. Itu sebabnya ayat yang pertama diturunkan Allah adalah kalimat satu kata: Iqra, 'bacalah!'



Jangan sampai di kemudian hari Allah bicara begini pada kita:

    "Kukaruniakan seember akal, cuma kamu gunakan sesendok???"

NERAKA

BETAPA LUASNYA NERAKA ITU
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa n...eraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'

Lalu Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam itu.'

Jawabnya: 'Ya... Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi SAW bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (artinya: yaitu yang lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah SAW: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawab Jibril:
'Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS. serta keluarga Fir'aun namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang Musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang Shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang Nasara bernama Sa'eir.'

Kemudian Jibril diam sejenak... Segan pada Rasulullah SAW, sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar, kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yang Lalai').

Dari Hadits Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan, hal ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua... Wallahu a'lam.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 159 :

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Minggu, 03 Maret 2013

101%

Semua ilmu datangnya dari
ALLAH, begitu juga Matematika:
Berikut ini adalah keindahan
matematika
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
...
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 =1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 =12345654321
1111111 x 1111111 =1234567654321
11111111 x 11111111 =123456787654321
111111111 x 111111111 =123456789876543 21
kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini
Kita selalu mendengar orang
berkata dia bisa memberi lebih
dari 100%, atau kita selalu dalam
situasi dimana seseorang ingin
kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai
101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula
matematika dibawah ini dapat
membantu memberi
jawabannya.
Jika
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S
T U V W X Y Z
Disamakan sebagai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
25 26
Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 +
18 + 19 + 1 = 99%
H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 +
11= 99%
K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 +
7 + 5 = 96%
SKILL
19 + 11 + 9+ 12 + 12 = 63
ACTION
1 + 3+ 20+ 9+ 15+ 14 = 62
A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 +
5= 100%
AHLAK atau ATTITUDE adalah
perkara utama untuk mencapai
100% dalam hidup kita. Jika kita
kerja keras sekalipun tapi tidak
ada ATTITUDE yang positif
didalam diri, kita masih belum
mencapai 100%.
Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 +
15 + 4 = 101%
atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 +
12+ 12 + 1 + 8 = 101%
ALLAH DI ATAS SEGALANYA
KAWAN !
SELALU INGAT ALLAH DI SETIAP
PERKARA HIDUP KITA ! :)